Saturday, March 1, 2014

Agama Islam Sudah Rusak



Kalau kita baca berita di koran atau lihat di televisi, banyak orang-orang yang katanya muslim tapi kerjaannya merusak rumah orang, fasilitas umum, tempat ibadah umat agama lain. Banyak yang mengaku muslim tapi shalatnya belang-bentong, puasanya setengah hari, tidak malu korupsi, dan dekat dengan narkoba dan minuman keras. Banyak yang mengaku ustadz tapi ceramahnya hanya guyonan, cerita-cerita bohong, dibumbui hadis-hadis lemah dan palsu. Tanpa sadar, agama ini sudah rusak dengan sendirinya!

Friday, February 28, 2014

1 Hadits untuk Mengetahui Agama Islam



عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَيْضاً قَالَ : بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوْسٌ عِنْدَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ إِذْ طَلَعَ عَلَيْنَا رَجُلٌ شَدِيْدُ بَيَاضِ الثِّيَابِ شَدِيْدُ سَوَادِ الشَّعْرِ، لاَ يُرَى عَلَيْهِ أَثَرُ السَّفَرِ، وَلاَ يَعْرِفُهُ مِنَّا أَحَدٌ، حَتَّى جَلَسَ إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَأَسْنَدَ رُكْبَتَيْهِ إِلَى رُكْبَتَيْهِ وَوَضَعَ كَفَّيْهِ عَلَى فَخِذَيْهِ وَقَالَ: يَا مُحَمَّد أَخْبِرْنِي عَنِ اْلإِسْلاَمِ، فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : اْلإِسِلاَمُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ وَتُقِيْمَ الصَّلاَةَ وَتُؤْتِيَ الزَّكاَةَ وَتَصُوْمَ رَمَضَانَ   وَتَحُجَّ الْبَيْتَ إِنِ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيْلاً قَالَ : صَدَقْتَ، فَعَجِبْنَا لَهُ يَسْأَلُهُ وَيُصَدِّقُهُ، قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنِ اْلإِيْمَانِ قَالَ : أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ. قَالَ صَدَقْتَ، قَالَ فَأَخْبِرْنِي عَنِ اْلإِحْسَانِ، قَالَ: أَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ . قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنِ السَّاعَةِ، قَالَ: مَا الْمَسْؤُوْلُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنَ السَّائِلِ. قَالَ فَأَخْبِرْنِي عَنْ أَمَارَاتِهَا، قَالَ أَنْ تَلِدَ اْلأَمَةُ رَبَّتَهَا وَأَنْ تَرَى الْحُفَاةَ الْعُرَاةَ الْعَالَةَ رِعَاءَ الشَّاءِ يَتَطَاوَلُوْنَ فِي الْبُنْيَانِ، ثُمَّ انْطَلَقَ فَلَبِثْتُ مَلِيًّا، ثُمَّ قَالَ : يَا عُمَرَ أَتَدْرِي مَنِ السَّائِلِ ؟ قُلْتُ : اللهُ وَرَسُوْلُهُ أَعْلَمَ . قَالَ فَإِنَّهُ جِبْرِيْلُ أَتـَاكُمْ يُعَلِّمُكُمْ دِيْنَكُمْ . (رواه مسلم)

Artinya:
Dari Umar bin Al-Khathab radhiallahu 'anhu, dia berkata: "Ketika kami tengah berada di majelis bersama Rasulullah pada suatu hari, tiba-tiba tampak dihadapan kami seorang laki-laki yang berpakaian sangat putih, berambut sangat hitam, tidak terlihat padanya tanda-tanda bekas perjalanan jauh dan tidak seorangpun diantara kami yang mengenalnya. Lalu ia duduk di hadapan Rasulullah dan menyandarkan lututnya pada lutut Rasulullah dan meletakkan tangannya diatas paha Rasulullah, selanjutnya ia berkata : "Hai Muhammad, beritahukan kepadaku tentang Islam "

Rasulullah menjawab, "Islam itu engkau bersaksi bahwa sesungguhnya tiada Tuhan selain Alloh dan sesungguhnya Muhammad itu utusan Alloh, engkau mendirikan sholat, mengeluarkan zakat, berpuasa pada bulan Romadhon dan mengerjakan ibadah haji ke Baitullah jika engkau mampu melakukannya."

Orang itu berkata, "Engkau benar," kami pun heran, ia bertanya lalu membenarkannya. Orang itu berkata lagi, "Beritahukan kepadaku tentang Iman".

Rasulullah menjawab, "Engkau beriman kepada Alloh, kepada para Malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, kepada utusan-utusan Nya, kepada hari Kiamat dan kepada takdir yang baik maupun yang buruk". Orang tadi berkata, "Engkau benar".

Orang itu berkata lagi, "Beritahukan kepadaku tentang Ihsan".

Rasulullah menjawab, "Engkau beribadah kepada Alloh seakan-akan engkau melihat-Nya, jika engkau tidak melihatnya, sesungguhnya Dia pasti melihatmu."

Orang itu berkata lagi, "Beritahukan kepadaku tentang kiamat".

Rasulullah menjawab, "Orang yang ditanya itu tidak lebih tahu dari yang bertanya."

Selanjutnya orang itu berkata lagi, "Beritahukan kepadaku tentang tanda-tandanya".

Rasulullah menjawab, "Jika hamba perempuan telah melahirkan tuan puterinya, jika engkau melihat orang-orang yang tidak beralas kaki, tidak berbaju, miskin dan penggembala kambing, berlomba-lomba mendirikan bangunan."

Kemudian pergilah ia, aku tetap tinggal beberapa lama kemudian Rasulullah berkata kepadaku, "Wahai Umar, tahukah engkau siapa yang bertanya itu?" Saya menjawab, "Alloh dan Rosul-Nya lebih mengetahui" Rasulullah berkata, "Ia adalah Jibril, dia datang untuk mengajarkan kepadamu tentang agama kepadamu". (h.r. Muslim)

Hadis di atas sering disebut hadis Jibril karena berkisah tentang malaikat Jibril. Di dalamnya terkandung rukun iman, rukun Islam, dan rukun ihsan yang wajib diketahui umat muslim. Tentang keutamaan hadis ini, Ibnu Daqiq Al-‘Id berkata, “Hadis ini sangat penting, meliputi semua amal perbuatan yang zahir dan batin, bahkan semua ilmu syariat mengacu padanya karena memuat segala hal yang ada dalam semua hadis, bahkan seakan menjadi Ummus Sunnah (induk bagi hadis), sebagaimana surat Al-Fatihah disebut Ummul Qur’an karena ia mencakup seluruh nilai-nilai yang ada dalam Al-Quran. Hadis di atas terdapat dalam kitab Arba’in Nawawiyyah yang direkomendasikan untuk dibaca bagi semua pemula.

Referensi Hadis:
1.     Shahih Muslim, Kitabul Iman. Hadis nomor 8.
2.     Sunan At-Tirmidzi, Kitabul Iman. Hadis nomor 2738.
3.     Sunan Abu Dawud, Kitabus Sunnah, Bab Al-Qadr. Hadis nomor 4695.
4.     Sunan An-Nasa’i, Kitabul Iman, Bab Na’tul Islam: 8/97.

Thursday, February 27, 2014

10 Buku Akidah yang Dianjurkan untuk Pemula


Pelajaran yang paling penting untuk diketahui setiap umat muslim adalah akidah. Hal itu karena agama Islam terdiri dari akidah dan syariah. Adapun yang dimaksud akidah adalah setiap perkara yang dibenarkan oleh jiwa, yang dengannya hati menjadi tenteram serta menjadi keyakinan bagi para pemeluknya, tidak ada keraguan dan kebimbangan di dalamnya.

Kalau kita baca sejarah nabi-nabi, terutama nabi kita Muhammad saw, seruan pertama yang diajarkan oleh mereka adalah akidah. Tiga belas tahun Rasulullah saw berdakwah di Mekkah untuk menguatkan akidah. Maka dari itu, kita melihat Islam jaya dan meluas di seantero negeri ini. Orang yang memiliki akidah yang benar, hatinya akan aman, damai, bahagia, dan gembira. Mereka inilah yang sering kita dengar dalam Al-Quran dengan sebutan: “...tiada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”